Kuliner Malang Part 2 : Malibu Steak n Pizza Terusan Kawi

Kuliner Malang bersama keluarga minggu lalu dimulai dari Taman Indie Riverview Malang.

Masih di hari pertama wisata Malang kemarin, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba steak ala Malibu Steak n Pizza. Restoran ini memiliki dua lokasi di Malang dengan jam buka pukul 10.00 sampai 23.00 WIB.

Jl. Puncak Mandala 9 (direction)
0341 553773

Jl. Terusan Kawi 6C-6D (direction)
0341 566635

Saya memilih lokasi yang berada di Terusan Kawi karena lebih dekat dari tempat saya menginap di Malang.

Restoran ini berada di pinggir jalan dengan lahan parkir yang terbatas. Saya bersyukur bisa parkir di depan restoran. Suasana di dalam restoran cukup unik dengan adanya berbagai foto, poster, dan gambar artis-artis terkenal jaman dulu. Pelayanannya cukup baik. Makanan yang saya pesan juga disajikan dengan cukup cepat, sekitar 10 menit saja.

malibu steak pizza malang

 

Saya memesan Chicken Steak. Disajikan di atas hotplate, daging ayam fillet yang tipis ini rasanya biasa saja dengan siraman saus jamur dan kentang goreng. Roti bawang yang menemani steak ini terlalu asin jika dimakan tersendiri. Jadi, saya memakannya bersamaan dengan irisan daging ayam dan saus jamur. Sayuran yang disajikan juga unik karena selain wortel, buncis rebus, dan kentang goreng, ada juga jagung muda dan bunga kol.

 

tenderloin steak malibu

Orang tua saya memesan Tenderloin Steak. Menu ini saya rekomendasikan karena saya juga ikut mencicipinya dan rasanya enak 🙂 Daging sapi nya empuk dan cocok dipadukan dengan saus jamur dan kentang goreng. Selain itu, ukuran daging sapi ini sedikit lebih besar dari daging ayam pesanan saya.

Saya lumayan puas dengan restoran steak ini karena harga Chicken Steak nya 55.000 rupiah dan harga Tenderloin Steak nya 58.000 rupiah. Tidak terlalu mahal dan tidak murah. Hehehe.. Sayangnya lidah saya sempat terluka beberapa hari karena tidak sabar untuk menyantap hidangan yang panas ini.. Hahahah :p Saya jadi belajar bahwa penguasaan diri itu penting juga dalam menyantap makanan. Seharusnya saya lebih sabar dan mendinginkan irisan daging yang saya makan dengan meniupnya berulang kali, baru setelah itu memakannya. Ternyata walau yang terluka hanya lidah, tetapi bisa membuat saya merasa tidak nyaman. Walaupun begitu, saya tetap mau bersyukur bisa menikmati makanan di sini dan belajar dari proses yang saya alami saat makan kali ini. Saya bersyukur sekarang lidah saya sudah sehat kembali 🙂

Hal yang seharusnya merupakan keuntungan bisa berubah menjadi kerugian karena ketidaksabaran kita.

Kuliner Malang Part 1 : Taman Indie Riverview

Kuliner Malang Part 3 : Bvgil Gelato and Friends

4,611 total views, 24 views today

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: