The Key of True Happiness

true happiness

Jesus replied, “But even more blessed are all who hear the word of God and put it into practice.” Luke 11:28 (NLT)

Lukas 11:28 (TB)  “Tetapi Ia berkata: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.””

Everyone wants happiness, joy, blessing and prosperity. However, many people are seeking it and trying to get it with the wrong way. Most of them only get a temporary happiness. Most of them are still feel unhappy and continue to seek happiness.
Setiap orang menginginkan kebahagiaan, sukacita, berkat, dan kemakmuran. Tetapi, banyak yang mencarinya dan berusaha mendapatkannya dengan cara yang salah. Seringkali juga yang didapatkan hanyalah kebahagiaan yang sementara. Banyak yang masih merasa tidak bahagia dan terus mencari kebahagiaan.

The Lord Jesus gives us a way to be happy. There are only two things we need to do.

Tuhan Yesus memberikan kita cara untuk bisa berbahagia. Hanya ada dua hal yang perlu kita lakukan.

1. Hear the Word of God
Every day we need to read and meditate on God’s Word. Actually, we could read it out loud so that we hear God speaks through His Word.
1. Mendengarkan Firman Allah

Setiap hari kita perlu membaca dan merenungkan Firman Allah. Bahkan, kita bisa membacanya dengan bersuara sehingga kita mendengarkan juga Allah berbicara melalui FirmanNya.

a. The Word of God guides our lives.

Through the Word of God, we know the real truth. We know God loves us and His will. We gain wisdom that is more precious than gold and jewels. God’s Word teaches us how to live.
a. Firman Tuhan menjadi pedoman hidup kita.

Melalui Firman Tuhan, kita mengenal kebenaran yang sejati. Kita mengenal Allah yang mengasihi kita dan kehendakNya. Kita memperoleh  hikmat yang lebih berharga dari emas dan permata. Firman Tuhan mengajarkan bagaimana seharusnya kita hidup.

“You have been taught the holy Scriptures from childhood, and they have given you the wisdom to receive the salvation that comes by trusting in Christ Jesus. All Scripture is inspired by God and is useful to teach us what is true and to make us realize what is wrong in our lives. It corrects us when we are wrong and teaches us to do what is right. God uses it to prepare and equip his people to do every good work.” 2 Timothy 3:15-17 (NLT)

2 Timotius 3:15-17 (TB)  “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

“My child, don’t reject the Lord’s discipline, and don’t be upset when he corrects you. For the Lord corrects those he loves, just as a father corrects a child in whom he delights. Joyful is the person who finds wisdom, the one who gains understanding. For wisdom is more profitable than silver, and her wages are better than gold. Wisdom is more precious than rubies; nothing you desire can compare with her. She offers you long life in her right hand, and riches and honor in her left. She will guide you down delightful paths; all her ways are satisfying. Wisdom is a tree of life to those who embrace her; happy are those who hold her tightly.” Proverbs 3:11-18 (NLT)

Amsal 3:11-18 (TB)  “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apa pun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.”

b. The Word of God grow our faith to God

b. Firman Tuhan menumbuhkan iman kita kepada Tuhan.
“Consequently, faith comes from hearing the message, and the message is heard through the word about Christ.” Romans 10:17 (NIV)

Roma 10:17 (TB) “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Things that keep us to be happy and grateful in times of distress is faith in God and His promises in His Word. Faith is believing that God works all things together for good to those who love Him. Faith is believing that the trials we have experienced not exceed our strength and God will provide a way out so that we can bear it. Faith is believing that God loves us and save us. Faith is believing that even though we are in the valley of the shadow of death, we do not need to be afraid because God is with us. And many more of God’s promises in His Word that we can believe in and we can said “Amen”.

Hal yang membuat kita tetap bisa berbahagia dan bersyukur pada saat-saat kesesakan adalah iman kepada Tuhan dan janji-janjiNya di dalam FirmanNya. Iman yang percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi Dia. Iman yang percaya bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita dan Allah pasti memberikan jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya. Iman yang percaya bahwa Allah mengasihi kita dan menyelamatkan kita. Iman yang percaya bahwa sekalipun kita dalam lembah kekelaman, kita tidak perlu takut sebab Allah beserta kita. Dan masih banyak lagi janji-janji Tuhan dalam FirmanNya yang dapat kita imani dan aminkan.

“For in the gospel the righteousness of God is revealed—a righteousness that is by faith from first to last, just as it is written: “The righteous will live by faith.” Romans 1:17 (NIV)
Roma 1:17 (TB)  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

2. Put the Word of God into practice

2. Memelihara Firman Tuhan
If we had listened to the Word of God and have the faith, the next step is to do the God’s Word. Without doing the Word of God, our faith to God is useless.

Dalam versi NLT, “Jesus replied, “But even more blessed are all who hear the word of God and put it into practice.” Memelihara Firman Tuhan juga berarti taat melakukan Firman Tuhan.

Jika kita sudah mendengarkan Firman Tuhan dan memiliki iman, langkah yang berikutnya adalah melakukan Firman Tuhan. Tanpa melakukan Firman Tuhan, sia-sia saja iman kita kepada Tuhan.
James 2:26 (TB) “For as the body without the spirit is dead, so faith without deeds is dead.”

Yakobus 2:26 (TB)  “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”
So, if we claim that we have faith in God, automatically it should be also reflected in our actions. Such coins has two sides. There is faith, there must be action. There is faith, there must be obedience. It’s useless when we know the truth, but did not put it into practice. Like when we buy a product and we have read the user guide, but do not do as suggested, then we can use the product in the wrong way. If we read the Word of God, but do not put it into practice, we’re wasting our lives. But, if we read the Word of God and do it, then we will get true happiness from achieving the purpose of our lives. Today I went to the exhibition to get cheap tickets, but in the end I did not get it. God’s Word reminded me to give thanks in all circumstances. Honestly, it was not easy. But, like David, who commanded his soul to keep praising the Lord, I need to command my mind and my heart to give thanks to God. We can do the Word of God as long as we want to do it because God will make us able to do it. But for that, we need to crucify our will and follow the will of God. Of course, this does not seem to make us happy. But, in the end like Job, we will gain the knowledge of God and our lives will be restored. That gives us a true happiness. Everything in this world is temporary. As long as we live in this world, the most important thing is store up treasures in  Heaven because in this world, our lives are short. But, we’re looking forward to an eternal life with God in Heaven.

Jadi, kalau kita mengaku punya iman kepada Tuhan, otomatis itu juga tercermin dari perbuatan kita. Seperti koin mata uang yang memiliki dua sisi. Ada iman, pasti ada perbuatan. Ada iman, pasti ada ketaatan. Percuma saja kita mengetahui kebenaran, tetapi tidak melakukannya. Seperti saat kita membeli sebuah produk dan kita membaca petunjuk pemakaian, tetapi tidak melakukan seperti yang disarankan, maka kita bisa salah menggunakan produk itu. Jika kita membaca Firman Tuhan, tetapi tidak melakukan, kita sedang menyia-nyiakan hidup kita. Tetapi, jika kita membaca Firman Tuhan dan melakukannya, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Hari ini aku pergi ke pameran untuk mendapatkan tiket murah, tetapi pada akhirnya aku tidak mendapatkannya. Firman Tuhan mengingatkan untuk mengucap syukur dalan segala hal. Jujur saja melakukannya tidak mudah. Tetapi, seperti Daud yang menyuruh jiwanya untuk tetap memuji Tuhan, yang perlu kulakukan hanyalah menyuruh pikiran dan hatiku untuk bersyukur pada Tuhan. Kita bisa melakukan Firman Tuhan asalkan kita mau karena Tuhan pasti memampukan kita. Tetapi, untuk itu kita perlu menyalibkan kehendak kita dan mengikuti kehendak Tuhan. Tentu saja, hal ini kelihatannya tidak membuat kita bahagia. Tetapi, pada akhirnya seperti Ayub, kita akan memperoleh pengenalan akan Allah dan mengalami pemulihan hidup yang memberikan kita kebahagiaan yang sejati. Semua yang di dunia ini bersifat sementara. Selama kita hidup di dunia ini yang paling penting adalah mengumpulkan harta di Surga karena hidup di dunia ini singkat, tetapi kita sedang menantikan kehidupan yang kekal bersama Tuhan di Surga.

“Blessed is the one who does not walk in step with the wicked or stand in the way that sinners take or sit in the company of mockers, but whose delight is in the law of the Lord, and who meditates on his law day and night. That person is like a tree planted by streams of water, which yields its fruit in season and whose leaf does not wither-whatever they do prospers.” Psalms 1:1-3 (NIV)

Mazmur 1:1-3 (TB)  “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

kebahagiaan sejati

1,002 total views, 3 views today

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: