Natal adalah Ketaatan

Haloo.. selamat natal buat kalian yang merayakannya yaa.. di natal tahun ini, saya belajar tentang ketaatan. Terinspirasi dari khotbah dr. Paulus Rahardjo dan Ps. David Novendus, berikut ini hasil perenungan saya di natal tahun 2017 ini.

1. Ketaatan pada Tuhan melindungi dan menyelamatkan kita.

Setelah pulang dari gereja, saya melihat anak kecil yang memegangi helm sedang naik motor bersama bapaknya di jalan. Melihat hal ini, saya berpikir, “wah sudah punya helm kok tidak dipakai ya?! Padahal itu kan untuk keselamatannya sendiri. Bahaya kalau naik motor dengan tidak memakai helm.”

Saat saya berpikir demikian, saya diingatkan Tuhan. Kebanyakan orang, termasuk saya, sudah punya Firman Tuhan di dalam Alkitab yang menjadi pedoman hidup kita. Tetapi, berapa banyak yang sudah taat melakukan Firman Tuhan? Padahal, kalau kita menaati Firman Tuhan, itu justru melindungi kita dan menyelamatkan kita.

Seringkali kita lebih memilih kesenangan pribadi daripada menaati kehendak Tuhan. Bertahun-tahun yang lalu, Yesus Kristus mau taat kepada Bapa yang memiliki kasih yang besar untuk umat manusia yang berdosa. Karena itu, Yesus Kristus lahir ke dunia sebagai manusia untuk menyelamatkan manusia dengan mati di kayu salib untuk menggantikan kita yang seharusnya mati atas dosa-dosa kita. Ia bangkit pada hari yang ketiga membuktikan bahwa Ia telah mengalahkan maut dan sanggup membangkitkan kita yang telah ditebus sehingga kita yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.

Filipi 2:5-8 (TB) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

2. Ketaatan itu tidak menyenangkan kita, tetapi menyenangkan Tuhan.

Ketaatan Maria, Ibu Yesus, memberi teladan buat kita. Ketaatan memang seringkali tidak menyenangkan daging kita, memiliki resiko yang tidak enak yang perlu kita tanggung, dan jalannya tidak semulus jalan tol. Tetapi, kita ini ciptaan Allah yang sudah sepatutnya melakukan kehendak Allah pencipta kita.

Lukas 1:38 (TB) Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

3. Ketaatan itu menuntun kita kepada kebenaran yang merupakan sumber sukacita kita

Orang-orang majus menaati tuntunan Allah karena mereka memiliki kerinduan untuk mencari kebenaran walaupun harus menempuh perjalanan yang jauh dan lama. Pada akhirnya, mereka berjumpa dengan Yesus Kristus, sang Juruselamat manusia.

Matius 2:10-11 (TB) Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

Kalau kita mau menaati kehendak Tuhan, Tuhan pasti memampukan kita. Pertanyaannya adalah maukah kita menaati kehendak Tuhan?

1,207 total views, 3 views today

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: